Contoh dialog interaktif terbaru di tv

Diposting pada

Pertanyaan :


Contoh dialog interaktif terbaru di tv

Jawaban :

Berikut contoh dialog interaktif

Dialog mata najwa 

tema : modus medis vaksi palu

monolog : tubuh repulik dilanda bencana, 13 tahun lamanya merajalela, masuk ke raga anak kita, lebih dari 37 lembaga di 9 provinsi. 23 tersangka ditetapkan polusi. Inikah bukti pengawasan pemerintah yang lemah.

N : Najwa
Tanggal : 23 Juli 2016
Narasumer :
menkes : Nila F. Muluk
DPR : dede yusuf
Sekjen menkes : Ade khumaidi :
Kepolisian Agung setiya dari kepolisian
Perwakilan dari korban : Hudson Hutapea 
Dir Rs Elisabeth : Antonius  

N : Pak Hutapea bagaimana ceritanya?
Hutapea : dulu waktu lahir di RS elisabeth kita percaya dengan rumah sakit, dan anak saya kalau sakit sekarang lama sembuhnya. Dan banyak ya yang juga menyuarakan. Dan saat ini rumah sakit tidak memberikan jawaban apa apa. Berikut direktur membuat pengakuan bahwa RS elisabeth bahwa vaksin palsu masuk semenjak November 2015. Tapi tidak ada buktinya.

N : Jadi kapan vaksin itu masuk?
Antonius : November 2015. Kita ada bukti otentik, faktur vaksin itu sudah kita berikan ke bareksrim.

N : jadi bagaimana ceritanya?
Antonius : ternyata CV yang memasukan itu tidak resmi. Dan kami mengakui bahwa kami tidak teliti. 

N: Apa yang ingin anda tunjukkan?
Hutapea: Direktur ini pernah satu pekerjaan dengan distibutor ini, maka dugaan kuat dong ada permainan?
 

N: Pak Agung saat ini ada 23 tersangka, bisa dijelaskan? Dan 4 kelompok.
A: 4 kelompok ini berbeda beda, dan pasarnya berbeda beda, tapi mereka punya cara yang sama. Mulai dari mengkoleksi botol bekas. Jadi banyak hal untuk mengelabui. 

N: Apakah ada permainan orang dalam
A: para pelakku ini kan orang yang memiliki pikiran jahat. mendapatkan hasil. Maka dia ingin menjual hasil. Maka pasti ada orang dalam. Kita mengetahui ini bukan dari sebuah laporan, tapi dari sebuah kegelapan. Yang artinya kita cari dan kita buktikan.

N: Ibu Menkes bagaimana ini bisa terjadi
Ni : PT Biofarma adalah satu satunya produsen vaksin di Asia dan negara kita. Jadi yang dipalsukan adalah yang diluar Biofarma dan itu biasanya impor. 

Kesimpulan 
Kasus kejahatan ini selain kurangnya pengawasan pemerintah, tapi juga karena ada permainan orang dalam. Jadi butuh kerja sama dari semua pihak.   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.